Jumat, 26 Oktober 2012

Kegagalan tidak seperti yang kita pikirkan

Tidak selamanya yang kita rencanakan terealisasi dengan baik, terkadang ada hal-hal mendasar yang tidak bisa terelakan ketika rancangan tersebut kemudian gagal dan tidak bisa terealisasi dengan baik. Berikut ini ada beberapa hal yang mungkin membuat rancangan kita tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita:

1. Kita tidak menyadari potensi kita sebenarnya....

Memaksakan kehendak ingin menjadi sesuatu yang diinginkan memang baik, karena didalamnya terdapat upaya yang jelas untuk mewujudkannya. Namun ada banyak orang yang selalu gagal dalam bidang yang diinginkannya.
Jangan pernah berpikir kita bisa meraih kesuksesan yang sama seperti orang lain.
Ini adalah hal penting yang harus dipikirkan oleh semua orang, pada dasarnya kita tidak bisa meraih kesuksesan seperti orang lain karena zaman kita dengan orang lain pasti berbeda. Saya masih ingat bagaimana Indro "Warkop" berkata ketika diwawancara bahwa sebenarnya tidak ada lagi yang bisa menggantikan posisi Warkop, kalau bicara Warkop ya, Dono, Kasino dan Indro. Sama halnya dengan kesuksesan, kita tidak bisa menempel kesuksesan orang lain karena pada dasarnya kita punya jalan kesuksesan seperti orang lain, kalaupun ada kesamaan dalam jalan hidup, itu semata hanya karena kita terinspirasi dan berusaha mencari tahu kesamaan orang tersebut dengan diri kita.
Jadi buat apa terlalu sibuk memikirkan seperti orang lain, bila kita sendiri sebenarnya tidak memiliki potensi yang sama dengan orang lain.

2. Terlalu cepat menyerah....

Gagal dalam banyak hal, selama ia tidak pernah berhenti untuk mencapainya, maka gagal itu sebenarnya tidak terjadi. Yang ada hanyalah proses pembelajaran. Ketika saya memilih menulis sebagai jalan hidup, saya kerap kali harus menerima banyak sekali ketidakberuntungan, bahkan saya pernah ditolak 4 kali berturut-turut dalam kurun waktu satu bulan untuk 4 naskah berbeda. Kalau saya berhenti mungkin saya sudah tidak menulis lagi. Dan terbukti pada tahun 2010 saya menulis kembali dan menelurkan enam buku.
Jadi sebenarnya kita bisa bertanya pada diri sendiri, apakah kita menyerah terlalu cepat atau memang kita sedang berproses menuju kesuksesan seperti yang kita inginkan....

3. Ada sesuatu yang lebih baik lagi menanti....

Ketika salah satu karya saya mengalami penundaan yang cukup lama, saya kecewa karena sesuatu yang sudah saya kerjakan dengan maksimal ternyata tidak dihargai oleh pihak penerbit. Saya kemudian merasa diri saya sudah tidak berarti lagi, hingga kemudian terjebak pada pikiran yang mengungkung saya. Padahal setelah bersabar menunggu beberapa waktu, ternyata karya saya mendapat sambutan yang cukup baik di kalangan pembaca.
Dari sini akhirnya saya belajar, bahwa kegagalan itu pada dasarnya mengajarkan seseorang untuk bersabar lebih, karena ada sebuah kehendak dari-Nya yang akan menjadikan kita jauh lebih baik dari pemikiran kita sebelumnya.

4. Angkuh, hingga tidak sadar kita menjatuhkan diri sendiri....

Angkuh, hal inilah yang membuat seseorang kemudian terjatuh dan terpuruk pada kegagalan. Bisa jadi gagal adalah medium untuk menegur kita dari-Nya.
Terkadang tanpa sadar kita selalu merasa bisa mengerjakan semuanya dengan baik, hingga akhirnya kita menganggap diri kita lebih dari orang lain. Padahal hal tersebut adalah jalan untuk tidak mendengarkan pendapat orang lain hingga akhirnya kita terjebak dalam sebuah situasi angkuh dan merasa orang lain tidak lebih baik dari diri kita.
Kalau sudah begini jangan heran bila satu persatu orang kemudian meninggalkan kita dan tidak mempercayai diri kita lagi. Hingga kegagalan pun harus diterima dengan rasa pahit.
Bila begini situasinya mungkin sudah saatnya kita bernafas sejenak memikirkan hal-hal yang sudah kita lakukan selama ini dan bagaimana kita membangun hubungan dengan orang-orang di sekitar kita....

5. Terlalu sibuk memikirkan kecurangan orang lain dalam menggapai kesuksesan

Tidak semua orang didunia ini berpikir jernih dan jujur dalam menggapai kesuksesan yang diinginkan, terkadang kita akan menemui orang-orang yang dengan segala upaya membuat dirinya sukses dengan cara culas. Menjatuhkan orang disekitarnya hingga mungkin menjual dirinya.
Kalau kita terpaku pada cara seperti mereka, maka kita akan hanya terus terpaku pada kesuksesan dengan role model seperti mereka. Ingat point pertama, kita tidak bisa menyamakan jalan kesuksesan kita sama seperti orang lain, karena pada dasarnya kita punya jalan kesuksesan sendiri-sendiri. Jadi sekali lagi buat apa kita mendedikasikan waktu untuk memikirkan kecurangan orang lain, alangkah bijaksananya bila kita sibuk memikirkan karya dan kesuksesan diri kita sendiri. Tidak perlu kita berpikir orang lain banyak yang culas dalam berbisnis, satu hal yang pasti kita bisa menjadi sukses tanpa harus berbuat seperti mereka, bahkan mungkin kita bisa lebih hebat dari mereka.

Inilah sedikit renungan yang bisa saya share, senang sekali rasanya bisa menulis kembali di blog ini....

Salam Inspirasi


Senda

Selasa, 16 Oktober 2012

Kuliah Dan Bekerja Siapa Takut

Bekerja sambil kuliah sekarang sudah banyak menjadi pilihan mahasiswa. Banyak alasan yang menyebabkan mahasiswa kuliah sambil bekerja di antaranya: untuk bertahan hidup, bayar uang kuliah, menambah pengalaman, memperluas jaringan, ingin mandiri dan tidak tergantung orang tua, menyalurkan hobi dan lain-lain. Seiringan dengan hal tersebut ternyata banyak yang mengatakan kuliah sambil bekerja sering mengakibatkan belajar dan prestasi mahasiswa terganggu. Apakah hal itu benar?
Menanggapi pertanyaan tersebut saya mengatakan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, kenapa? Karena masih banyak mahasiswa yang kuliah sambil bekerja tapi bisa lulus tepat waktu dan berprestasi. Lagi pula saya merasa, menurunnya prestasi mahasiswa bukan semata-mata di karenakan karena dia bekerja, buktinya banyak juga kok mahasiswa yang tidak bekerja, punya duit, dan popular tapi prestasinya juga jelek.
Masalah prestasi dan belajar saya rasa tergantung dari mahasiswa itu sendiri. Saya sendiri pernah mengalami masa kuliah yang harus saya sambi dengan bekerja. Jujur saja awalnya memang itu berat, tapi lama kelamaan hal itu menyenangkan dan sama sekali tidak berpengaruh pada prestasi saya, saya bisa membuktikan bisa mengalami peningkatan indeks prestasi dari tiap semester sampai saya lulus. Bukan hanya saya, teman saya juga pernah mengalami masa di mana di kuliah sambil bekerja di sebuah pabrik, itu lebih berat lagi, tapi dengan strategi yang jitu teman saya juga bisa lulus tepat waaktu dengan nilai yang cukup memuaskan.
Dari cerita tersebut, menerangkan bahwa kuliah dan bekerja tidaklah jadi masalah selama mahasiswa punya komitmen dan strategi jitu bagaimana sukses kuliah sambil bekerja. Inilah rahasia yang akan saya tunjukkan kepada anda.
1.      Siap kerja ekstra
Ketika anda memutuskan untuk kuliah sambil kerja maka konsekuensinya anda harus bekerja ekstra dan butuh tenaga double. Anda harus berhati-hati, tetaplah rajin berolehraga dan gunakan waktu istirahat anda dengan baik, meskipun hanya sebentar. Kesalahan ini pernah di lakukan oleh teman saya, dia bekerja dari pagi sampai siang di perusahaan, siang dia kuliah dan malam masih bekerja di rental komputer. Dia sadar betul atas pilihannya, tapi karena kurang berolahraga daan kurang waktu istirahat beberapa bulan kemudian dia sakit dan akhirnya berhenti bekerja di rental, tapi masih bekerja di perusahaan.
Karena kesiapan inilah anda harus meminimkan resiko yang ada ketika anda memutuskan untuk kuliah sambil bekerja. Siap kerja ekstra ini adalaah komitmen, jadi jangan karena alasan banyak kerja, akhirnya anda menomorduakan tugas kampus. Inilah yang sering kali di alami oleh kebanyakan mahasiswa. Mahasiswa yang memang bekerja sambil kuliah, sebaiknya secepat mungkin mengerjakan tugas dari kampus jangan sampai di tunda-tunda, karena kalau di tunda-tunda anda akan semakin malas dalam mengerjakan tugas.
2.      Bisa mengatur waktu
Menurut peribahasa waktu adalah emas, jadi mahasiswa harus cerdas dalam menggunakan waktu yang ada. Seperti kita ketahui dalam satu hari itu hanya ada 24 jam, dan waktu aefektif yang yang kita miliki kurang lebih 16 jam normal atau maksimal 20 jam. Sekarang bagaimana mengatur  waktu 16-20 jam ini adalah tugas anda. Catat jadwal-jadwal tetap yang tidak mungkin anda rubah, dan jadwal-jadwal yang mungkin bisa berubah. Catat juga waktu luang anda, periksa dengan seksama jangan sampai anda salah. Setelah anda berhasil, silahkan gunakan waktu luang anda selama 15-30 menit untuk belajar atau mengerjakan tugas. Perlu juga di ketahui waktu luang itu pasti ada, taapi terkdang kita tidak menyadarinya.
3.      Bisa membuat kesepakatan
Yang di maksud membuat kesepakatan di sini adalah bagaimana cara kita mengkomunikasikaan keadaan kit pada pihak-pihak terkait. Teruatama pada orang tua, dosen terkait dan tempat anda bekerja. Komunikasi itu penting, ini adalah salah satu rahasia teman saya, meskipun beberapa kali di mendapat perkataan yang tidak enak dari atasannya atau dari dosennya, tapi dia tidak putus asa, dia mencoba meyakinkan dosen dan atasannya bahwa menjalani kedua hal tersebut karena ada alasan yang sangat masuk akal dan relefan.
4.      Bekerjalah dengan baik
Ini adalah strategi terakhir dan umunya sangat mujarab, beberapa teman saya sudah membuktikan bagaimana mereka menunjukkan kinerja mereka yang terbagus, akhirnya membuat atasan atau bos mereka luluh dan memberikan waktu kepada mereka untuk kuliah. Saya yakin tidak ada tempat usaha atau perusahaan yang ingin di rugikan, dan sebetulnya mempekerjakan mahasiswa tempat usaha atau perusahaan juga mempertaruhkan hasil produksi mereka. Ini harus anda sadari, bahwa anda di kasih kerja itu anda harus berterimakasih, maka dari itu bekerjalah dengan serius dan jangan membuat atasan anda kecewa

Kuliah dari Universitas Kehidupan



Ketika kerjamu tidak dihargai maka saat itu kau sedang belajar tentang ketulusan.
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kau sedang belajar keikhlasan.
Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kau sedang belajar tentang memaafkan.
Ketika kau harus lelah dan kecewa , maka saat itu kau sedang belajar tentang kesungguhan.
Ketika kau merasa sepi dan sendiri maka saat itu kau sedang belajar tentang ketangguhan.
Ketika kau harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kau sedang belajar tentang kemurah-hatian
Maka :
Tetap semangat
Tetap sabar
Tetap tersenyum
Terus belajar
Karena kita semua sedang menimba ilmu di universitas kehidupan
Ingat
Tuhan menaruhmu di tempatmu sekarang, bukan karena kebetulan.
Orang yang hebat tidak dihasilkan melalui :
Kemudahan
Kesenangan dan ketenangan
Melainkan mereka dibentuk melalui :
Kesukaran
Tantangan dan…air mata
Maka ketika engkau mengalami sesuatu yang sangat berat dan merasa ditinggalkan sendiri dalam hidup ini :
Angkatlah tangan dan kepalamu keatas…tataplah masa depanmu… Dan ketahuilah…
Tuhan sedang mempersiapkanmu untuk menjadi…
Orang yang luar biasa untuk menjadi seorang…pemenang.
God bless us all.
Motivasi ini saya dapatkan dari sahabat dekat saya dan juga sebagai guru besar saya dalam menjalani karir saya, dia adalah made tantra wijaya.
Semoga bermanfaat

Rabu, 10 Oktober 2012

Mengatasi Rasa Rendah Diri


Perasaan rendah diri bisa membunuh kita. Tentunya bukan dalam pengertian membunuh secara fisik, melainkan membunuh karakter pribadi. Membunuh motivasi Orang yang rendah diri cederung menarik diri dari lingkungan. Kalaupun berbaur dengan orang lain, dia memposisikan dirinya di pojok ruangan yang nyaris tidak kelihatan. Orang-orang rendah diri tidak berani untuk menunjukkan ‘siapa dirinya’ dan ‘apa yang bisa dilakukannya’ lebih baik dari orang lain. Bukankah ini seperti sebuah kematian? Ya, kematian nilai diri seseorang.
Sifat rendah diri itu seperti keran air yang karatan. Dia sangat sulit untuk dibuka, sehingga air tidak bisa mengalir dengan lancar. Ada begitu banyak persediaan air dalam bak penampungan diatas atap, tetapi tidak bisa keluar karena alirannya terhalang oleh keran yang tersumbat. Ada begitu banyak persediaan potensi diri yang kita miliki, namun terkunci oleh perasaan rendah diri yang menghambat.
Bagi Anda yang tertarik untuk belajar mengatasi rasa rendah diri, saya ajak untuk memulainya dengan menerapkan 5 kemampuan Natural Intelligence berikut ini:
1. Menghargai diri sendiri.
Penyebab utama perasaan rendah diri bukanlah cara orang lain memperlakukan kita, melainkan bagaimana cara kita memberikan penghargaan kepada diri sendiri. Jika Anda sendiri menghargai diri sendiri dengan baik, orang lain tidak akan berhasil menjatuhkan mental Anda; sekalipun mereka berusaha untuk merendahkan Anda. Namun sebaik apapun orang lain memperlakukan Anda, jika Anda sendiri memandang rendah kepada diri sendiri maka Anda tetap akan menjadi pribadi yang rendah diri. Untuk bisa mengatasi rasa rendah diri kita harus mulai dengan cara menghargai diri sendiri dengan sepantasnya terlebih dahulu.
2. Mengambil kendali atas hidup Anda.
Mari perhatikan lagi orang-orang disekitar kita. Ada orang-orang yang wajahnya tidak secantik atau setampan kita. Pendidikannya tidak setinggi kita. Penampilannya tidak sebonafid kita. Tetapi mereka begitu percaya diri. Mereka tidak menghiraukan cibiran orang lain. Mereka tidak memperdulikan pandangan yang meremehkan. Walhasil, mereka dapat berkarya semaksimal mungkin, lalu menghasilkan pencapaian yang tinggi. Apakah Anda bisa menemukan orang yang seperti itu? Mereka telah membuktikan bahwa kemudi hidup berada dalam kendalinya, bukan ditentukan oleh penilaian orang lain atas dirinya. Dengan mengambil kendali hidup, mereka berkonsentrasi kepada usaha-usahanya. Meski pada awalnya berat, namun di garis akhir mereka mendapatkan penghargaan yang tinggi. Bahkan dari orang-orang yang sebelumnya menyepelekan.
3. Mengimbangi kekurangan dengan kelebihan diri.
Keliru jika kita mengira orang lain lebih beruntung dari diri kita. Faktanya, setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Orang-orang yang rendah diri adalah mereka yang terkurung dalam zona kekurangan dirinya sambil membiarkan potensi dirinya tersia-siakan. Sebaliknya, orang-orang yang berhasil bukanlah mereka yang tidak memiliki kekurangan, melainkan yang senantiasa berfokus pada usaha untuk mengoptimalkan kelebihan yang dimilikinya. Mereka menyadari kekurangan dirinya, namun mengimbangi kekurangan itu dengan kelebihan dirinya.
4. Mengembangkan diri tiada henti. Diatas gunung ada gunung.
Bahkan sekalipun Anda seorang yang percaya diri, bisa jadi merasa rendah diri ketika berhadapan dengan orang lain yang tingkatannya lebih tinggi dari Anda. Seorang Manager mungkin merasa lebih superior dihadapan para staffnya. Namun, ketika berhadapan dengan para direktur? Gemetaran juga, bukan? Hal itu bisa diatasi dengan usaha mengembangkan diri secara terus menerus. Faktanya, orang lebih menghormati kemampuan seseorang daripada jabatan yang disandangnya. Meski jabatan Anda tinggi, jika kapasitas aktual Anda tidak sepadan; orang lain akan meremehkan Anda. Tetapi, sekalipun jabatan Anda biasa saja; jika Anda bisa menunjukkan kapasitas diri yang tinggi, orang tetap menghargai Anda.
5. Berkontrisbusi kepada orang lain.
Fakta menunjukkan jika siapapun sangat menyukai orang-orang yang memberi kontribusi. Ketika seseorang mampu berkontribusi, dia langsung dihormati tanpa ditanya; berapa banyak uang yang Anda miliki? Seseorang yang berkontribusi dimuliakan tanpa dipermasalahkan apakah hidungnya mancung atau pesek, apakah dia seorang pejabat atau rakyat. Jika hidup kita masih dirundung rasa rendah diri, itu mungkin karena kita belum berkontribusi. Berkontribusilah kepada orang lain, maka Anda akan dihormati. Kemudian dengan kehormatan yang Anda dapatkan itu, rasa rendah diri akan sirna dengan sendirinya.
Setiap manusia sama kedudukannya. Yang membedakan adalah; apakah dia bisa memberi manfaat atau tidak. Guru kehidupan saya bahkan mengajarkan bahwa: ”sebaik-baik manusia adalah dia yang paling banyak memberi manfaat kepada orang lain.” Betapa bangganya kita ketika bisa memberi manfaat. Ini bukan tentang rasa bangga dihadapan sesama manusia, melainkan kebanggaan dihadapan Tuhan. Karena dengan manfaat yang kita tebarkan, kita ikut menunjukkan; betapa Tuhan itu senang menebarkan kebaikan.
***